
Bagikan produk ini :
Tepung Ikan (66%) - Peru
- Asal
- : Peru
- Nomor CAS
- : 97675-81-5
- Kode HS
- : 2309.90.32
Info Dasar
- Physical State
- : Solid
- Appearance / Color
- : Light brown to dark brown powder / pellets
- Odor
- : Characteristic fish
- Moisture Content (%)
- : <10%
- Synonyms & Trade Names
- : Fish meal 65%; Fish meal 66%; Fish meal 60%; Anchovy fish meal
- Total Plate Count (TPC)
- : <500,000 CFU/g
- Yeast & Mould
- : <50,000 CFU/g
- E. Coli
- : <100 CFU/g
- Coliform Bacteria
- : <1,000 CFU/g
- Salmonella
- : Negative/25g
- Shelf Life
- : 6 months
- Packaging Size
- : 50 kg / bulk
- Packaging Type
- : PP woven bag / bulk
- Storage Conditions
- : Cool, dry; antioxidant treated; pest-free
- Halal Certification
- : N/A (fish)
- ISO / HACCP
- : Yes
- Food Grade / Regulatory Status
- : Feed grade
- Crude Protein (%, min)
- : 60-66% min
- Crude Fat / Ether Extract (%, max)
- : 6-10%
- Ash Content — Feed (%, max)
- : 18% max
- Calcium Content, Ca (%)
- : 4.0-5.0%
- Phosphorus Content, P (%)
- : 2.5-3.0%
- Salt Content / NaCl (%, max)
- : 1.5% max
- Total Volatile Basic Nitrogen (TVN/TVBN, mg/100g)
- : <100 mg/100g
- Pepsin Digestibility (%, min)
- : 88% min
- Bulk Density
- : ~0.55 g/cm³
- Lysine Content (%, min)
- : 4.5-5.0%
- Antioxidant Treatment
- : Ethoxyquin (natural or chemical antioxidant)
- TSE/BSE Compliance Declaration
- : N/A (fish-derived)
- Species of Origin Declaration
- : Marine fish (anchovy/menhaden/herring - Peru/Indonesia/Thailand/India)
- Aflatoxin B1
- : Not applicable
- Heavy Metals — Feed (As, Pb, Hg, Cd)
- : Compliant (Hg <0.1 ppm)
- Dioxins & PCBs (pg WHO-TEQ/g fat)
- : Compliant (EU 2023/915)
Kategori
Bagikan produk ini :
Ikhtisar Singkat
Setiap komponen pakan yang tinggi nutrisi dan digunakan dalam makanan sapi disebut sebagai “Makanan Ikan” (FM). Empat hingga lima ton ikan utuh dibutuhkan untuk menghasilkan satu ton tepung ikan, menurut perkiraan. Karena sebagian besar ikan ditangkap untuk daging dan minyaknya, sebagian besar dari mereka dianggap sebagai ikan industri. Tepung ikan telah lama menjadi sumber protein utama di sektor aquafeed dan pertanian karena proteinnya yang tinggi, kandungan vitamin dan mineral yang tinggi, energi yang mudah dicerna, dan pasokan asam lemak esensial (EFA) yang unggul.
Proses Manufaktur
Karena sebagian besar ikan yang digunakan dalam FM komersial kecil, berminyak, dan bertulang, dianggap tidak layak untuk konsumsi manusia langsung. Meskipun ada lebih banyak proses yang terlibat, mengekstraksi air dan minyak dari padatan adalah proses mendasar dalam membuat tepung ikan.
1. Memasak
Saat ikan melewati silinder konveyor sekrup yang terbungkus dalam jaket uap, protein jaringannya menggumpal.
2. Menekan
Menekan digunakan untuk menghilangkan cairan setelah ikan matang sepenuhnya. Presscake adalah istilah untuk residu padat yang tersisa. Di sisi lain, setelah sentrifugasi, cairan diproses lagi untuk memisahkan minyak dari partikel yang tersebar dan membuat minyak ikan. Pelanggan dapat memilih untuk membeli makanan “utuh” atau hanya makanan “presscake” karena “air lengket” terkonsentrasi yang dibuat selama proses pengolahan minuman keras secara opsional dapat dimasukkan kembali ke dalam presscake.
3. Pengeringan
Kembali ke presscake, dikeringkan lebih lanjut, baik secara langsung maupun tidak langsung, sampai tingkat kelembaban cukup rendah untuk menjaga kesegarannya untuk jangka waktu yang lama dan menghambat pertumbuhan jamur dan bakteri.
4. Penggilingan dan pengemasan
Ketika tepung ikan telah cukup kering, itu diproses dan disaring dengan ukuran partikel yang sesuai. Ini memungkinkan untuk mengirimkannya ke beberapa bisnis di seluruh dunia dalam tas atau untuk menyimpannya di silo.
